Survei Median Ungkap Tingginya Dukungan Publik terhadap Program MBG

Mbg
Mbg

Jakarta – Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Median, program Makan Bergizi Gratis (MBG) tercatat sebagai salah satu program pemerintah yang memperoleh tingkat apresiasi tertinggi dari masyarakat. Dalam survei tersebut, mayoritas responden menilai program MBG memberikan dampak positif dan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Survei dilaksanakan pada periode 30 Maret hingga 7 April 2026 dengan melibatkan sebanyak 1.300 responden pengguna aktif media sosial berusia 17–60 tahun dari berbagai wilayah di Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara daring melalui platform media sosial dengan distribusi responden yang disesuaikan secara proporsional.

Direktur Eksekutif Rico Marbun menjelaskan bahwa responden diminta menyebutkan program pemerintah yang paling mereka sukai berdasarkan penilaian pribadi atau top of mind. Hasilnya menunjukkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menempati posisi teratas dengan tingkat dukungan mencapai 27,5 persen, jauh melampaui sejumlah program lainnya.

Selain MBG, beberapa program lain yang juga mendapat perhatian publik antara lain bantuan sosial/BLT sebesar 8,1 persen, pemberantasan korupsi sebesar 3,8 persen, Program Sekolah Rakyat sebesar 3,1 persen, serta layanan cek kesehatan gratis sebesar 3,1 persen.

Dalam survei tersebut, responden juga diminta memberikan penilaian terkait dampak program MBG bagi masyarakat. Hasilnya, sebanyak 51,5 persen responden menyatakan program tersebut bermanfaat, sementara 31,5 persen menyatakan tidak bermanfaat, dan sisanya sebesar 17 persen belum memberikan penilaian atau tidak menjawab.

Adapun alasan utama masyarakat menilai program MBG positif di antaranya karena dinilai membantu pemenuhan gizi anak, membuka peluang kerja baru, serta membantu mengurangi beban pengeluaran keluarga. Sebanyak 20 persen responden menyebut MBG berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan gizi anak, 11,7 persen menilai program tersebut menciptakan lapangan pekerjaan, dan 9,7 persen menyebut MBG membantu efisiensi pengeluaran rumah tangga.

Hasil survei tersebut sekaligus memperkuat fakta bahwa program MBG telah diterima secara luas oleh masyarakat dan dirasakan manfaatnya secara nyata di berbagai lapisan. Temuan ini juga menjadi indikator bahwa berbagai narasi disinformasi yang menyebut program MBG tidak memberikan manfaat bagi masyarakat tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi di lapangan, mengingat mayoritas responden justru memberikan penilaian positif terhadap keberadaan program tersebut.

Pos terkait